Salah satu tradisi mengisahkan bahwa Rosario berasal dari Santo Dominikus Guzman sekitar tahun 1221.
Santo Dominikus menjelajahi Prancis selatan untuk berkhotbah melawan bidaah Albigenses, yang mengingkari kebaikan barang ciptaan. Mereka menyatakan bahwa roh itu baik, tapi barang-barang ragawi (termasuk tubuh) itu jahat.
Pepatah yang lazim beredar di kalangan Albigenses adalah, “tubuh adalah suatu kuburan.” Pepatah ini mengajarkan bahwa kebebasan sejati baru diperoleh kalau orang dibebaskan dari tubuh. Bidaah ini juga mengajarkan juga bahwa di alam ini ada dua makhluk tertinggi: roh-baik yang menciptakan dunia roh, dan roh-jahat yang menciptakan dunia materi.
Karena materi itu menurut orang-orang Albigenses jahat, maka perkawinan dan kelahiran anak adalah jahat. Mereka tidak mengakui Yesus sebagai manusia, dan Maria pun tidak diakui sebagai bunda Allah; maka aliran Albigenses mengingkari kemanusiaan Kristus.
Penyaliban dan kebangkitan Yesus hanyalah khayalan belaka, dan seluruh gagasan tentang salib di dalam kehidupan kristiani ditolak.
Alkisah, Maria datang kepada Santo Dominikus dan memberi dia Rosario untuk memerangi bidaah ini.
Apa pun makna historis dari cerita ini, kenyataannya adalah bahwa kalau kita mengamati struktur Rosario – Peristiwa Gembira (kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus), Peristiwa Sedih (sengsara Yesus). Dan peristiwa Mulia (kebangktan ragawi dan kenaikan Yesus ke surge serta pengangkatan Maria ke surga) – Anda melihat kebijaksanaan Maria dalam memerangi ajaran bidaah itu, yang muncul juga dalam abad kedua puluh ini.
Aliran Albigenses, seperti banyak omong-kosong religius dewasa ini, mengingkari bahwa dalam Kristus keilahian dan kemanusiaan saling berjalinan.
Bertentangan dengan dualisme ini, doa Rosario terus-menerus memusatkan perhatian pada realita inkarnasi.
Maka, misalnya, pada saat mendaraskan doa Salam Maria yang berbunyi,
“Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuh-Mu, Yesus.”
Kata-kata ini mengungkapkan iman kita bahwa Allah Putra sungguh menjadi manusia seperti kita.
Maka Santo Dominikus menjelajah desa-desa dan memaklumkan kepada mereka misteri-misteri keselamatan dan kemudian berdoa Salam Maria.
Salam Maria merupakan “Bingkai di mana dirajut permenungan tentang misteri-misteri Rosario.” Sungguh, pada Salam Maria inilah kita merajut kehidupan Kristus dan renungan tentang Yesus, Allah-Manusia.
Maka Rosario berkembang bertahun-tahun sampai, pada 1569, Paus Santo Pius V secara resmi mengesahkannya dalam bentuk yang sekarang ini.
Orang-orang mungkin akan bertanya, “1569!? Bukankah Rosario sudah ada jauh sebelumnya?”
Sehubungan dengan ini, kita harus mengingat penegasan Kardinal John Henry Newman dalam Essay On the Develepment of Christian Doctrine. Ia berkata bahwa Allah telah memberi kita kebenaran, tetapi dari tahun ke tahun pemahaman Gereja tentang kebenaran itu bertumbuh dan berkembang.
Memang tidak ada pewahyuan baru; yang ada hanyalah bertumbuhnya pemahaman kita tentang apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan Rosario adalah salah satu ungkapan besar pertumbuhan Tradisi (dengan huruf "T" besar)
Sesungguhnya, gagasan tentang pertumbuhan dan perkembangan bukanlah penemuan Kardinal Newman. Ia memperolehnya dari Tuhan kita, yang berkata,
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon kecil, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." (Mat 13: 31-32)
Setiap ajaran bertumbuh seperti biji sesawi, dan Allahlah yang memberikan daya pertumbuhan. Tetapi sesawi itu sendiri tidak pernah berubah. ~ Disadur dari tulisan Hahn & Suprenant (Catholic for a reason II)
*"Deo Vindice!"--"(Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita)."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi, II, 2, 2]
*Motto Konfederasi Amerika.
Lanjutkan - Mengenai ASAL USUL ROSARIO:
Tuesday, October 2, 2012
"PIKULLAH SALIBMU SAMBIL MENGIKUTINYA"
Renungan Pagi:
Rabu, 3 Oktober 2012
Injil: Luk 9: 57-62
"Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya,...biarkanlah orang mati menguburkan orang mati,...dan orang yang siap membajak tapi menoleh ke belakang, tidak layak bagi-Ku," adalah apa yang harus dilakukan dan akan dihadapi oleh setiap pengikut Kristus dalam hidupnya. Pengalaman salib (derita), ditolak dan diancam, bahkan keberanian untuk meninggalkan apa yang kita cintai demi Kerajaan Allah akan selalu menjadi tantangan bagi setiap orang untuk membuat keputusan.
Pagi ini, kudatangi para sahabat dan menguatkanmu lewat yang satu ini: "Ingatlah bahwa sesaat ketika engkau memutuskan untuk menjadi pengikut-Nya, maka jalan berliku dan derita dari taman Getzemani menuju Golgota siap menantimu." Akan tetapi, inilah kekuatanmu: "Kebangkitan hanya bisa Anda alami bila ada kematian. Kematian tubuh membukakan pintu bagimu untuk mengalami kebangkitan Jiwa." Semuanya akan bermakna dan menyelamatkanmu bila engkau lakukan demi dan untuk Yesusmu, Sang Jalan, Kebenaran dan Kehidupan."
Pesanku kepadamu sebagai sahabatku: "Salibmu memberatkan tapi Salib-Nya meringankan; Deritamu melukaimu tapi bilur-bilur-Nya telah menyembuhkanmu. Karena itu, bila salibmu berat menindihmu, tataplah Dia yang sementara tersalib di sana. Dialah sumber kekuatanmu untuk memikul salib sambil mengikuti Dia.
Lanjutkan - "PIKULLAH SALIBMU SAMBIL MENGIKUTINYA"
DEVOSI SABTU PERTAMA
Pada 13 Juli 1917, Bunda Maria menampakkan diri pada tiga orang anak di FATIMA, dan menunjukkan kepada mereka penampakkan mengenai neraka dan menyatakan beberapa nubuat. Dalam penampakan ini Bunda Maria berkata bahwa Allah menghendaki untuk membangun devosi di dunia pada hatinya yang tak bernoda. Selain itu Bunda Maria juga menghendaki agar ada suatu Komuni demi Pemulihan pada Sabtu Pertama.
Delapan tahun kemudian, pada 10 Desember 1925, Bunda Maria kembali menampakkan diri pada Suster Lucia. Ia muncul dengan Kanak-kanak Yesus, yang bersabda, “Kasihanilah hati Bunda terkudusmu, yang dipenuhi duri yang ditusuk oleh manusia-manusia yang tidak tahu berterima kasih. Duri-duri itu selalu ada setiap saat selama tidak ada yang mencabutnya dengan doa pemulihan”
JANJI AGUNG
Bunda Maria kemudian berkata, “Putriku, lihatlah hatiku yang dipenuhi duri yang ditusuk oleh orang-orang setiap saat melalui hujatan dan rasa tidak tahu berterima kasih. Setidaknya kau, cobalah untuk menghiburku. Aku berkata padamu, bahwa aku berjanji untuk mendampingimu saat ajal dengan segala rahmat yang perlu demi keselamatan, kepada mereka semua, yang pada lima kali Sabtu Pertama dalam bulan, pergi mengaku dosa, menerima komuni, dan mendaraskan lima puluhan Rosario serta menemaniku selama lima belas menit sambil merenungkan misteri-misteri Rosario, dengan intensi sebagai pemulihan terhadap diriku.”
LIMA ALASAN YANG DIKEMUKAKAN TUHAN
Yesus menjelaskan pada Suster Lucia bahwa lima kali Sabtu Pertama adalah demi pemulihan atas lima jenis dosa, yaitu:
1. Hujatan atas dogma Maria Dikandung Tanpa Noda
2. Hujatan atas keperawanan Maria
3. Hujatan atas kebundaan ilahinya
4. Hujatan yang dilakukan mereka yang menumbuhkan rasa ketidakpedulian pada hati anak-anak atau bahkan kebencian pada Hati Tak Bernoda
5. Pelecehan terhadap gambar-gambar kudus Maria.
BAGAIMANA SAYA DAPAT BERDEVOSI SABTU PERTAMA?
Dengan melakukan semua yang Bunda Maria minta dalam janji agungnya. Menurut penjelasan Kanak-kanak Yesus pada Suster Lucia, pengakuan dosa dapat dilakukan dalam waktu delapan hari sebelum atau sesudah Sabtu Pertama. Tidak harus menunggu berdosa berat baru mengaku dosa, namun pengakuan dosa Sabtu Pertama dapat menjadi kesempatan untuk pengakuan dosa rutin. Bagaimanapun, pengakuan dosa dalam kaitannya dengan devosi Sabtu Pertama harus didahului dengan intensi/niat mengaku dosa sebagai pemulihan hati Maria yang tak bernoda. Komuni tentu saja tetap diterima selama seseorang dalam keadaan berahmat. Komuni idealnya dilakukan pada hari Sabtu Pertama atau pada hari Minggu tepat sesudah Sabtu Pertama. Pendarasan Rosario hanya satu Peristiwa saja (terdiri atas lima sub-peristiwa), namun demikian untuk meditasi lima belas menit boleh merenungkan satu atau lebih Peristiwa. Semua yang dilakukan ini harus demi intensi pemulihan untuk Hati Maria tak Bernoda. Dengan kata lain kita mencoba untuk menghibur Bunda Maria dan “mencabut duri yang mengelilingi hatinya”.
Lanjutkan - DEVOSI SABTU PERTAMA
Monday, October 1, 2012
"DI WAJAHMU KUTEMUKAN MALAIKATKU"
Renungan Pagi:
Selasa 2 Oktober 2012
Injil: Mat 18: 1-5, 10
Apa yang bisa kita mengerti tentang iman Bunda Gereja akan keberadaan dan peranan para malaikat pelindung dalam hidup manusia? Kitab Keluaran memberikan sebuah gambaran jelas tentang fungsi dan peranan para malaikat yang diutus Allah untuk melindungi dan menjaga manusia; "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya,..."(Kel 23:20-21)
Injil hari ini pun mengisahkan tentang keberadaan para malaikat yang mengungkapkan kepolosan jiwa, kepercayaan dan ketergantungan penuh kepada Allah bagaikan seorang anak kepada orang tuanya. Yesus berkata: "Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." Atau dalam ayat sebelumnya Ia menegaskan: "...sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga."
Lalu bagaimana kita bisa mengerti para malaikat pelindung? Sesungguhnya, mereka adalah perpanjangan kasih Allah kepadamu, yang hanya mau mengatakan bahwa Allah itu sangat kreatif dalam mencintaimu. Allah mempunyai beragam cara dan bentuk peristiwa, pun orang untuk mengatakan kepadamu bahwa betapa Ia mencintaimu dan menginginkan agar engkau selamat kelak. Allah bukan hanya Ada, tapi Ia ada dan selalu melindungimu setiap saat. Ia menuntun tiap langkahmu, memegang tanganmu dan membawamu kepada Diri-Nya, yang adalah pusat dan sumber kebahagiaan sejati.
Karena itu, mensyukuri rahmat Allah di hari peringatan para malaikat pelindung ini adalah sebuah ungkapan jiwa yang bersuka cita karena mendapatkan rahmat Allah, tapi menjadi seperti seorang malaikat bagi para sahabatmu adalah apa yang Tuhan inginkan agar Anda lakukan hari ini. Semoga kesucian jiwa para malaikat di Surga selalu terpancar dari wajahmu hari ini untuk para sahabatmu di dunia ini."
Lanjutkan - "DI WAJAHMU KUTEMUKAN MALAIKATKU"
Subscribe to:
Posts (Atom)
